Tanggap Atas Keresahan Masyarakat, Polres Tapteng Razia Knalpot Blong

Tanggap Atas Keresahan Masyarakat, Polres Tapteng Razia Knalpot Blong

19/01/2021 0 By Redaktur 3

TAPTENG I Menjawab keresahan dan keluhan dan masyarakat Pandan sekitarnya karena merasa terganggu dengan suara bising dari kenderaan yang mempergunakan knalpot blong/racing terkhusus kenderaan roda dua. Dengan sigap dan tanggap Kepolisian Resor Tapanuli Tengah (Polres Tapteng) melaksanakan razia kendaraan yang menggunakan knalpot blong, Senin (18/01).

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto kepada Wartawan mengatakan bahwa sebagai respon atas keluhan dan keresahan masyarakat sehingga dirinya memerintahkan personil Polres Tapteng yang dipimpin Kabag OPS Polres Tapteng Kompol Yengki Deswandi untuk melaksanakan razia kenderaan yang mempergunakan knalpot blong.

Lanjutnya, dalam pelaksanaan  razia dilakukan secara hunting/mobile, pada hari Senin 18 Januari 2021, dimulai sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar Simpang Empat Jalan Feisal Tanjung Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan dan Jalan F.L. Tobing Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng.

Sambungnya, dalam razia tersebut Polres Tapteng berhasil mengamankan 7 (tujuh) unit sepeda motor yang memakai knalpot blong dan telah dilakukan tindakan tilang dan barang bukti sepeda motor dibawa ke Polres Tapteng.

Masih dikatakannya, bagi pemilik sepeda motor agar memasang kelengkapan sepeda motornya yang standard sebelum barang bukti dikembalikan.

Lanjutnya, Polres Tapteng menyampaikan himbauan berupa :

1. Polres Tapteng akan melakukan tindakan tegas terhadap sepeda motor yang menggunakan Knalpot racing/ knalpot blong. Sehingga masyarakat merasa aman dan tidak terganggu terlebih pada jam istrahat. Selain tidak sesuai dengan standar, penggunaan knalpot dengan suara yang memekakkan telinga tersebut juga mengganggu kenyamanan masyarakat.

2. Kepada pemilik bengkel maupun toko penjual knalpot untuk tidak melayani permintaan untuk mengganti/menerima pemasangan maupun pemesanan knalpot brong kendaraan bermotor.

3. Rata-rata penggunanan kendraan bermotor yang gunakan knalpot blong adalah anak remaja, dimohon kepada orangtua agar melakukan pengawasan kepada anaknya untuk ikut melarang penggunaan knalpot blong.

4. Penggunaan knalpot blong melanggar tata tertib berlalu lintas yang diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 pasal 285 Ayat 1 dan Pasal 106 Ayat 3. Pengendara yang tidak memenuhi persyararatan teknis dan kelaikan jalan termasuk knalpot dapat dipidana paling lama satu bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu. (Ril/Par17)