17 Februari, Syahrul M Pasaribu Akhiri Masa Jabatan sebagai Bupati Tapsel 2 Periode

17 Februari, Syahrul M Pasaribu Akhiri Masa Jabatan sebagai Bupati Tapsel 2 Periode

19/02/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Tepat 17 Februari 2021, H Syahrul M Pasaribu SH akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) 2 periode atau 10 tahun.

Atas dasar itu, Bupati Syahrul M Pasaribu mengakui, di akhir masa jabatannya ini, dirinya banyak berkeliling ke daerah-daerah di Kabupaten Tapsel. Dan tak sedikit warga dari 15 kecamatan dan 248 desa/kelurahan di Tapsel yang masih menginginkan dirinya memimpin hingga 3 periode.

Tapi, kata Bupati, itu semua tidak akan mungkin terjadi. Sebab, peraturan dan Undang-Undang (UU) mengatur bahwa jabatan maksimal Kepala Daerah (KDH) itu dua periode.

“Jadi, manakala di dalam 10 tahun ini ada beberapa (infrastruktur) yang terbangun, saya ingin katakan ke seluruh yang hadir di sini termasuk yang ada di Tapsel ini, saya sudah berupaya siang dan malam, tanpa kenal lelah,” ucap Bupati Syahrul M Pasaribu saat menghadiri pengajian akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Timur bertempat di Desa Huraba, Minggu (14/2/2021).

Bupati mengungkapkan, banyak orang yang mengatakan bahwa Tapsel saat ini sudah lumayan baik jika dibanding dengan daerah lain. Tentunya Ia menyambut dengan rasa syukur semua itu.
Dia berharap bagaimana antara pemimpin dan rakyat bisa kompak dalam menjaga berbagai infrastruktur yang telah dibangun tersebut.

“Semua yang telah dicapai saat ini berkat kerja keras semua pihak termasuk rakyat Tapsel,” pungkas Syahrul.

Syahrul juga mengisahkan perjalanannya saat di awal-awal menjabat Bupati, secara maraton dalam membangun Kabupaten Tapsel yang begitu berat dia rasakan, seperti memindahkan ibu kota kabupaten dari Padangsidimpuan ke Kecamatan Sipirok, kehadiran tambang emas yang ada di Batangtoru.

Saat ini, sebutnya, pembangunan Kantor Bupati Tapsel di Sipirok sebagai pusat ibu kota Kabupaten banyak menuai pujian, tak hanya dari masyarakat lokal namun hingga luar daerah.

Begitu juga dengan hadirnya tambang emas di Batangtoru yang kini sebagian masyarakat telah mendapat sumber mata pencaharian baru setelah adanya lapangan pekerjaan di sana.

“Itu semua berkat niat tulus, ikhlas dalam membangun Tapsel untuk menjadi lebih baik di masa mendatang,” terang Bupati.

Terkait BKMT, Bupati mengaku di awal memimpin Tapsel, dirinya mendapat mandat dari Ketua BKMT Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk mendirikan BKMT di Tapsel. Sebab, sewaktu menjabat sebagai anggota DPRD Sumut, dirinya dinilai aktif mengembangkan pengajian ibu-ibu. Di Medan pun dirinya kerap aktif melakukan berbagai kegiatan bersama dengan BKMT setempat.

“Kalau di Simalungun dulu kami bentuk Pengajian Akbar Keluarga Sakinah (PAKS). Sesudah berjalan, kami doronglah supaya berjalan BKMT di Simalungun. Tak lama, saya sudah terpilih (sebagai Bupati). Itulah yang dilihat BKMT Provinsi, supaya bisa mengembangkan pengajian ibu-ibu di Tapsel ini. Karena niatnya tulus supaya semua terkonsolidasi dengan baik,” beber Bupati.

Ada dua hal yang ingin Ia raih dari hadirnya BKMT di Tapsel, yaitu yang utama ada wadah untuk menambah ilmu pengetahuan di bidang keagamaan. Dengan demikian, diharapkan iman dan taqwa masyarakat meningkat.

Kedua, terjalin silaturahmi antar masyarakat. Sebab, pengajian BKMT itu berganti-ganti tuan rumah. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang berinteraksi antar satu dengan lainnya.

Bupati juga bersyukur karena dari waktu ke waktu pengajian BKMT semakin meningkat.

Pada kesempatan itu, Syahrul juga memohon maaf jika selama 10 tahun ada kesalahannya dalam bergaul ke masyarakat.

Syahrul juga menyinggung bahwa sempat ada anggapan ketika dirinya akan memimpin di periode kedua, tak maksimal seperti di awal menjabat. Ternyata, itu dia buktikan dengan semakin sering turun ke masyarakat.

Bahkan dia perintahkan pejabat yang ada di Pemkab Tapsel untuk turun ke masyarakat. Gunanya agar para pejabat dapat mengetahui kondisi masyarakatnya yang ada di bawah.

“Inilah gunanya didirikan pengajian BKMT di Tapsel, supaya banyak pejabat yang turun ke masyarakat. Jadi, banyak manfaat dari hadirnya pengajian ini,” tandasnya.

Ia meminta ke masyarakat, setelah nanti purna bakti agar terus bertegur sapa supaya silaturahmi tetap berjalan.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tapsel Ahmad Ghozali Siregar menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi Bupati Syahrul M Pasaribu yang selama ini konsisten dalam menegakkan syiar Islam di tengah-tengah masyarakat.

Ahmad Ghozali berharap apa yang telah dilakukan dapat menjadi berkah bagi seluruh umat.

Dia juga mendoakan agar apa yang telah dilakukan Bupati nanti dapat menjadi bekal di akhirat.

“Atas nama masyarakat Angkola Timur, melepaskan Bapak (Bupati) dan berdoa kepada Allah SWT, kiranya Bapak dilindungi Allah SWT dan kami pun tetap dekat kepada Bapak. Biarpun tidak menjabat sebagai Bupati, tetapi Bapak tetap jadi dewan kehormatan di BKMT,” tutur Ahmad Ghozali. (Borneo)