Darul Mursyid Raih Emas pada Olimpiade Sains Nusantara Tingkat Nasional

Darul Mursyid Raih Emas pada Olimpiade Sains Nusantara Tingkat Nasional

25/02/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL | Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) yang sudah dikenal sebagai pesantren yang fokus di bidang sains tanpa menyampingkan ilmu agama, kembali mencatatkan prestasi terbaiknya dengan meraih medali Emas pada Olimpiade Sains Nusantara Tingkat Nasional yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan Active Learning Club secara online pada tanggal 20 Februari 2021 lalu.

Kepala Divisi Pembinaan Kejuaraan Sains PDM Hendra Irwandi Siregar menyampaikan, menjadi sekolah pencetak juara sains yang berakhlakul karimah merupakan salah satu target utama PDM. Mengikuti berbagai event olimpiade sains baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional adalah strategi PDM untuk mengukur kemampuan peserta didiknya dalam menekuni di setiap bidang studi yang menjadi pilihan masing-masing anak berdasarkan bakat dan kemampuan mereka masing-masing.

“Juga dapat menambah pengalaman serta sebagai bahan evaluasi dan tolak ukur bagi kami sebagai pesantren yang konsen di bidang sains,” ucap Hendra Irwandi, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu, guru pembina bidang studi Kebumian PDM Arjun Aripin Lase mengungkapkan rasa syukur dan turut mengapresiasi pencapaian anak binaannya.

“Alhamdulillah atas perolehan prestasi utusan PDM pada Olimpiade Sains Nusantara ini. Saya selaku pembina sangat bangga atas perolehan prestasi ini. Khusus bidang Kebumian yang menjadi utusan PDM sebanyak tiga orang dan dua diantaranya dinyatakan sebagai pemenang yakni Sopi Aura Nisa dan Siti Amanah Pane yang sama-sama meraih medali Emas pada event ini,” ujar Arjun Aripin.

Arjun menambahkan bahwa untuk prosedur  pelaksanaan ujiannya, sedikit berbeda dari olimpiade-olimpiade yang sebelumnya diikuti. Jika yang biasanya ada tiga babak yaitu babak penyisihan, semi final dan final, lain dengan Olimpiade Sains Nusantara ini yang menerapkan prosedur sekali ujian atau bisa di bilang hanya di babak penyisihan saja sudah dapat ditentukan pemenangnya, karena peringkat pemenang adalah berdasarkan nilai tertinggi. “Luar biasanya lagi, kedua utusan kita berada pada posisi peringkat satu dan dua nilai tertinggi,” terang Arjun.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) Jafar Syahbuddin Ritonga DBA, badan pengelola PDM mengaku sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya pada Olimpiade Sains Nusantara Tingkat Nasional ini.

“Syukur Alhamdulillah, anak kami kembali mengukir prestasi pada Olimpiade Sains Nusantara baru-baru ini. Ajang olimpiade yang begitu bergengsi yang pastinya diikuti banyak sekolah-sekolah ternama yang ada di Indonesia ini. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami karena beberapa olimpiade sains tingkat nasional yang kami ikuti hampir semuanya mencatatkan prestasi,” ujar Jafar Syahbuddin.

Jafar berharap prestasi ini menjadi motivasi belajar bagi seluruh anak didiknya, baik yang sudah meraih prestasi untuk ditingkatkan lagi maupun yang sedang berjuang memperoleh prestasi.

Dia juga terus memotivasi para siswanya agar tetap bersemangat mengikuti event-event olimpiade sains walaupun harus dengan online. Karena PDM sendiri turut mendukung dan memenuhi segala kebutuhan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan olimpiade secara online di masa pandemi ini.

“Saya selaku kapten PDM terus memotivasi siswa kami dan juga guru pembina serta pembimbing agar tetap semangat membara dan terus mengikuti event olimpiade sains dimanapun diselenggarakan baik secara langsung maupun online, sepanjang kompetisinya dinilai objektif dan berkualitas maka ikuti saja,” tegas Jafar.

Dikemukakannya bahwa PDM ingin mengangkat derajat pesantren di bidang sains. PDM ingin membuktikan bahwa pesantren juga bisa bersaing dan bahkan unggul dibanding sekolah umum lainnya dalam prestasi sains.

“PDM akan menjadi wakil pesantren pada event-event olimpiade sains, karena pesantren selalu dianggap sebelah mata jika berkompetisi di bidang sains. Kita harus mengubah paradigma kalau pesantren lemah di bidang sains. Maka Darul Mursyid tampil mewakili pesantren di berbagai event sains, dan Alhamdulillah kami secara perlahan tapi pasti membuktikan bahwa pesantren juga bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya,” terangnya.

Hal ini bukan hanya sekedar kata-kata saja, tapi data membuktikan faktanya yakni PDM hadir dan telah berulang kali meraih prestasi sains baik di tingkat provinsi, regional hingga nasional.

“Kini masyarakat mulai percaya bahwa pesantren ternyata bisa bersaing dan bahkan unggul di bidang sains dibandingkan sekolah umum,” pungkas Jafar alumni S3 USM Penang Malaysia ini. (Borneo)