Ekonomi Tapsel Tumbuh 0,39 Persen, Penduduk Miskin Turun 0,13 Persen

Ekonomi Tapsel Tumbuh 0,39 Persen, Penduduk Miskin Turun 0,13 Persen

01/04/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Meskipun dimasa pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2020 masih dapat tumbuh sebesar 0,39 persen dan persentase penduduk miskin turun 0,13 persen.

Hal ini menandakan bahwa hasil dari program pembangunan yang dilaksanakan di berbagai sektor menunjukkan tren positif.

Syahrul M Pasaribu SH, Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021 dalam paparannya selaku narasumber pada Musrenbang RKPD Kabupaten Tapsel Tahun 2022 di Sipirok, Selasa (30/3/2021) mengatakan, meski keuangan negara sedang tidak baik akibat dampak pandemi Covid-19, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapsel tahun 2020 masih dapat tumbuh sebesar 0,39 persen, sedangkan Sumut minus 1,07 persen dan Nasional minus 2,07 persen.

Untuk persentase penduduk miskin Kabupaten Tapsel berdasarkan data BPS, ucap Syahrul, menunjukkan penurunan, yaitu 8,60 persen pada tahun 2019 menurun menjadi 8,47 persen pada tahun 2020 atau menurun 0,13 persen.

Berdasarkan data BPS, terang Syahrul, Kabupaten Tapsel menjadi satu-satunya daerah kabupaten/kota di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang angka kemiskinannya menurun di masa pandemi Covid-19 ini.

Demikian juga ketersebaran penduduk, terangnya, Kabupaten Tapsel terbaik kedua di Sumut sebesar 0,20 persen setelah Labuhan Batu Selatan 0,19 persen.

“Angka ketersebaran penduduk itu menandakan kehidupan masyarakat untuk hidup menggali potensi sumber daya alam di 15 kecamatan se-Tapsel cukup baik dan menjanjikan,” terang Syahrul.

Sedangkan tingkat pengangguran sesuai data BPS, sebut Syahrul, Kabupaten Tapsel masih tergolong rendah, yakni 5,28 persen di tahun 2018 turun menjadi 4,17 persen di tahun 2019, naik menjadi 4,42 persen atau naik 0,25 persen di tahun 2020 akibat dampak pandemi Covid-19.

Ia mengutarakan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras Pemkab Tapsel 10 tahun terakhir dalam melaksanakan dan mendistribusikan program pembangunan yang berkeadilan atau merata berdasarkan skala prioritas di berbagai sektor di seluruh wilayah Tapsel.

“Tentu semua itu belum memuaskan semua orang, maka ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Bupati baru dalam melanjutkan estafet kepemimpinan pembangunan Tapsel yang 10 tahun terakhir sudah memiliki pondasi kuat dan baik,” tandasnya. (Borneo)