MTQ Ke-2 Antar Madrasah Binaan Pesantren Darul Mursyid Berjalan Sukses

MTQ Ke-2 Antar Madrasah Binaan Pesantren Darul Mursyid Berjalan Sukses

17/04/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Menjadi Center of Islamic Excellence (Pusat Kejayaan Peradaban Islam) di Sumatera Bagian Tenggara pada tahun 2023 merupakan misi terbaru Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Muryid” (PDM) yang beralamat di Desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Untuk pencapaian keberhasilan misi tersebut, PDM telah membentuk sebuah divisi khusus yakni Divisi Humas dan Lembaga Pemberdayaan Umat (LPU) yang diharapkan bisa menjadi ujung tombak untuk pencapaian misi 2023.

Berkenaan dengan itu, pada Kamis (8/4/2021) lalu PDM telah menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid.

MTQ ini diikuti 18 kafilah dari 20 madrasah binaan dengan peserta sebanyak 146 orang dalam enam cabang yang diperlombakan yakni Tartil Qur’an, Hifzhil Qur’an, Adzan (untuk shalat subuh dengan qunut), Pidato/Ceramah Islami dan hapalan do’a sehari-hari.

“MTQ ini merupakan salah satu program LPU Darul Mursyid sebagai bentuk pembinaan madrasah atau pengajian di beberapa desa yang ada di Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapsel dan tiga madrasah/pengajian di Tapanuli Utara (Taput). Program ini diharapkan agar keberadaan Pesantren Darul Mursyid bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Kepala Divisi Humas dan LPU PDM Asep Safa’at Siregar yang juga sebagai Ketua Panitia MTQ Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid.

Asep Safa’at dalam laporannya mengatakan, dari hasil pelaksanaan MTQ ada beberapa point penting yang harus di evaluasi kembali untuk perbaikan-perbaikan kedepannya.

“ Alhamdulillah kegiatan MTQ berjalan lancar dan kondusif. Namun dari hasil pengamatan dewan Juri/Hakim dan hasil penuturan para guru mengaji dapat saya simpulkan bahwa kuantitas peserta dan kualitas pengetahuan peserta menurun dari kuantitas dan kualitas MTQ sebelumnya. Hal itu disebabkan beberapa faktor, yaitu pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sebagian madrasah tidak melakukan proses belajar mengajar selama 6 bulan bahkan sampai 1 tahun. Kembali mengaji karena ingin mengikuti MTQ PDM,” pungkas Asep.

Kemudian, pengawasan dan pembinaan dari LPU PDM yang belum maksimal. Ini akan menjadi perhatian serius dari panitia serta Divisi Humas dan LPU sebagai penanggungjawab. Kualitas guru mengaji yang tidak merata bahkan beberapa orang belum memadai, serta lainnya.

“Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan PDM untuk meningkatkan kualitas guru mengaji binaan PDM, atas arahan dan dukungan penuh dari pihak Yayasan, maka PDM memberikan hadiah umroh kepada pembina yang meraih juara umum I,” tutur Asep.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) Jafar Syahbuddin Ritonga DBA, badan pengelola PDM mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran berlangsungnya MTQ Ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid.

“Alhamdulillah kegiatan MTQ Ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid berjalan lancar. Walaupun dari laporan Ketua Panitia menjelaskan adanya penurunan kualitas dan kuantitas peserta, namun saya yakin semua itu dapat kita perbaiki dan meningkatkannya lagi kedepannya,” ucap Jafar Syahbuddin.

Jafar menjelaskan, terlaksananya MTQ ini dilatar belakangi kepedulian PDM untuk membangun kecintaan masyarakat khususnya anak-anak pada ilmu Islam.

“Tidak lupa kami juga mohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk kejayaan PDM agar tetap bisa berkontribusi untuk kemajuan Islam sesuai dengan misinya Menjadi Center of Islamic Excellence,” tandas Jafar.

Adapun peraih juara pada MTQ Ke-2 ini yaitu Juara Umum I diraih Madrasah Ar-Risalah binaan Ustadz Yon Hendri Siregar dari Desa Sigoring-Goring Kecamatan SDH dengan total nilai 63 dengan perolehan medali sebanyak 8 medali yakni 3 Emas, 4 Perak dan 1 Perunggu. Juara Umum II diraih pengajian malam binaan Abdul Karim Pasaribu dari Desa Hajoran Baru Kecamatan SDH dengan total nilai 34 dengan perolehan medali sebanyak 4 medali yakni 2 Emas dan 2 Perunggu.
Sementara Juara Umum III adalah binaan Mismaruddin asal Banua Rakyat dengan total nilai 16 dengan perolehan medali sebanyak 2 medali yakni 1 Emas dan 1 Perak.

Ustadz Yon Hendri Siregar selaku pembina yang telah meraih Juara Umum I pada MTQ sebelumnya, sesuai konsekuensi maka yang mendapatkan hadiah umroh dialihkan kepada Juara Umum II yakni Abdul Karim Pasaribu. (Borneo)