Gara Gara Memetik Bunga, Boru Gea Terpaksa Berhadapan Dengan Polisi

Gara Gara Memetik Bunga, Boru Gea Terpaksa Berhadapan Dengan Polisi

29/05/2021 0 By Redaktur 2

Gara Gara Memetik Bunga, Boru Gea Terpaksa Berhadapan Dengan Polisi

 

Tapteng | Awalnya berselisih gara gara memetik bunga, N Boru Gea (35) terpaksa berhadapan dengan pihak Kepolisian.

 

Hal ini diceritakan oleh Fatiada Hulu (54) seorang warga Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik kanipaten Tapanuli Tengah kepada wartawan, Kamis (27/5).

 

Fatiada allias Mak Penga terpaksa melaporkan N. Boru Gea ke Polsek Pandan, Rabu (19/5) atas tuduhan penganiayaan yang dilakukan oleh N. Boru Gea terhadap dirinya pada hari Rabu (19/5) sekira pukul 10.00 WIB di rumah rekannya Sitilia Zalukhu (37) alias Mamak Ria di Kelurahan Pondok Batu Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapteng.

 

Kepada wartawan Fatiada Menceritakan bahwa kehadian itu bermula pada hari Selasa (18/5) sekitar 15.30 wib. Saat itu mereka berjumpa dengan Sitilia Zalukhu alias mamak ria. Saat itu Fatiada sedang melaksanakan tugas sebagai THL kebersihan di Dunas KPRP Kabupaten Tapanuli Tengah. Saat itu dirinya sedang mengumpulkan sampah ke dalam gerobak. Tiba riba dirinya dipanggil oleh Sitilia Zalukhu.

“Mak Penga”, kata Aitilia alias Mak Ria memanggil Fatiada.

“Oh kaunya itu mama ria” jawab Fatiada.

Lalu mereka bertiga lanjut berjalan yakni Fatiada, Sitilia dan Boru Gea.

Setibanya di gang Sahabat, di depan rumah warga yang bernama Iiko alias mama lois.

Ternyata dari belakangku, Br Gea memetik bunga si iko alias mama Lois. boru Gea mencoba memetik Bunga. Melihat itu, Fatiada menegurnya.

 

“Bah boru Gea, jangan asal petik bunga. Itu kalau belum di minta. Karena bunga sekarang kesayangan orang,” kata Fatiada menerangkan saat dirinya menegur Boru Gea.

 

Tak terima ditegur, Boru Gea langsung membelas dengan merepet. “kakak Mama Penga ini jabir kali,

Bukannya bunga kakak kenapa keberatan,” balasnya.

 

“Bukannya keberatan aku, cuma kan, kalau tidak dimnta, itu namanya pencuri,” Jawab Fatiada.

 

“Sudah saya mintanya,” sambung Boru Gea.

 

“Darimana jalanya kamu sudah meminta?

Sebentar kamu langsung memetik, tidak singgah di Rumah yang punya,” kata Fatiada menimpali.

 

Sepanjang jalan mereka terus bersoal. Seakan tidak ada yang mau menerima kesalahan. Boru Gea yang sudah mengambil ancang ancang dan berjalan di dekat rumah orang, sesampainya di ujung jalan boru Gea langaung berteriak. ” Mama penga itu jabir kali panjang mulut, Dituduhnya aku mencuri bunga.” Lalu Fatiada menjawab, “memang betul kamu sudah mencuri bunga, mataku sendiri yang menengok. Lalu saya teruskan kerja saya mengambil sampah. Dan br Gea langsung pulang,” kata Fatiada.

 

Kemudian saat itu Sitilia Zalukhu Alias Mak Ria bertanya kepada Fatiada, “Siapa yang mau membawa becak kak. Waktu itu kamu telepon sama anak saya,” kata Mak Ria.

 

“Si Larosa” jawab Fatiada yang kemudian menunjukkan rumah si Larosa yang dimaksud.

 

“Kalau perlu datanglah ke rumahnya.” Tambah Fatiada.

Kemudian Sekitar pukul 20. 30 WIB. Fatiada menghubungi Larosa. Untuk menanyakan keseriusan Larosa untuk meminjam becak. Larosa menjawab bahwa dirinya benar ingin meminjam becak tersebut.

lalu Fatiada menyuruh supaya Larosa menumpai Sitilia Zalukhu dan mempertanyakan becak tersebut.

Larosa berencana ke rumah Sitilia keesokan harinya.

 

Pagi tanggal 19 Mei, sekitar pukul 7.00 WIB atau 7.30 WIB. Si Larosa ke rumah Sitilia Zalukhu alias mama Ria

Kata si Larosa, “mana becak yang di bilang kakak mau di sewakan?”

 

Kata mama Ria, (Sitilia Zalukhu,) darimana kamu dengar? Kalau dari mama penga, itu panjang lidah, tidak bisa dipercayai kata Silarosa,” kata Mak Riel

 

“Yasudahlah kak, kami pulang,” kata Si Larosa

 

Sekitar jam setengah 10, Fatiada lewat di depan rumah Si Larosa mengambil sampah. Bertanya soal Becak itu. Jawab si larosa, “sudah beda cerita kak.

Langsung saya tanya? Kenapa kamu bilang sudah beda cerita? Jawab silarosa, kata Sitilia Zalukhu

Mama penga panjang lidah, jangan dipercayai.

Langsung saya parkirkan gerobak sampah

Saya datang rumah Sitilia zalukhu.

Untuk menanya kenapa di bilang panjang lidah saya?”, Kata Fatiada

 

“Saya sampai di pintu rumah Sitilia Zalukhu, saya langsung bertanya kepada anaknya di pintu, si heki namanya, Heki, mana mamamu? Kata anak Sitilia itu di depan di rumah boru Gea. Saya bilang sama anak Sitilia, Tolong panggil dulu mama. Kata si Heki, di situlah datang, ke rumah boru Gea. Saya membilang panggilkan lah, sama mama ada urusanku. Bukan sama boru Gea. Saya hanya menanyakan, apakah betul sudah di bilang mama aku panjang lidah sama si Larosa?.

 

Tiba tiba, Sitilia Zalukhu alias Mak Ria, Langsung berbicara Sitilia Zalukhu dari dalam kamar mandi.

Heki tengoklah babi itu di yang di belakang. Lalu si Heki pergi melihat babi itu,.

 

Saya rekejut ternyata Mak Ria ada di Kamar.

“Berbohongnya kau heki, bohong itu dosa dah”. Kata mak Penga

 

Lalu Fqtiada bertanya, ” Mak ria ada yang ma7 saya tanya, apakah betul sudah kamu bilang sama si Larosa, saya panjang lidah?,” Tanya Fatiada.

 

“Tidak ada ku bilang bilang itu, ” jawab Mak Ria.

 

“Kalau belum kamu bilang, kenapa di bilang Si Larosa, panjang lidah saya, kalau belum kamu bilang, ayo kita jumpai si Larosa.,” Balas Fatiada.

 

Lalu Sitilia menyuruh anaknya, “Heki pergi panggilkan boru Gea, sudah datang mama Penga ke rumah kami”. Kata Sitilia.

 

“Mengapa di panggil br Gea? Tidak ada urusanku sama br Gea. Yang berurusan sama aku kamunya mama ria. Karena perkataan mu membilang aku panjang lidah.,” Kata mak Penga alias Fatiada.

 

Langsung si heki memanggil boru Gea supaya datang ke rumah mama ria.

 

Tak lama kemudian, datang boru Gea. Bicara boru Gea, kenapa kakak mak Ria? Tanya Boru Gea

 

“Mamak Si Penga Jabir kali,” kata Mak Ria

 

“Saya katakan sama boru Gea, tida ada urusanku ama kau br Gea, Saya berurusan sama mama Ria,” sambung Fatiada.

 

Langsung boru Gea menunjuk mulut mak Penga.

“Memang betul mama penga panjang lidah kamu,” sambung Boru Gea

 

“mengapa kamu bilang begitu?” Tanya Fatiada.

 

“Ia, semalam kamu tuduh kami mencuri bunga,” kata Boru Gea

 

“memang betul sudah ku tengok mataku sendiri kamu mencuri bunga,” kata Fatiada

 

Saat itulah Noru Gea langsung menampar Fatiada. Lalu leher Fatiada dicekkiknya. Saat itu Rabu (19/5) sekira Pukul 10.00 WIB. Mencoba memberikan perlawanan Fatiada menjambak rambut Boru Gea. Sehingga lepaslah tangan Boru Gea dari kepala Boru Gea. Kemudian Boru Gea langsung menggigit paha Fatiada. Kemudian dirinya menendang ulu hati Fatiada. Semua serangan yang dilakukan boru Gea membuat luka ringan dan luka lebam di beberapa bagian tubuh Fatiada.

 

“Lalu datang mamaria dari kamar mandi. Barulah ditarik tangan saya. Lepaslah tangan saya dari rambut br Gea, saya masih duduk di lantai sudah berdiri boru Gea, langsung di tunjangnya ulu hati saya. Baru saya berdiri, lalu saya bilang, sengajamu mama Ria memanggil boru Gea mematikan aku di rumahmu?

Langsung di ambil boru Gea tebuh dari lantai rumah mama Ria, lalu dipukulkan ke lengan saya sebelah kiri.

Sampai tebuh patah. Masih ada setengah lagi ditangannya mau di ulangi dipukul lagi, baru saya tarik tebuh itu dari tangan boru Gea. Baru di tolak mamaria ke Pintu, supaya saya keluar.,” Kata Fatiada menceritakan.

 

Tak lama kemudian perkelahian terhenti karena orang mulai berdatangan. Karena pada saat itu Sitilina telah berteriak. Saat itu datanglah seorang warga bermarga Hutauruk menarik mak Penga alias Fatiada dan melerai perkelahian itu.

 

“Saya melapor sama Kepling 1 Pondok batu. Saya kastau, bahwa sudah di pukul boru Gea saya di rumah mama Ria, Kata Kepling, parbadanya itu, Saya jawab, saya tidak tau itu kalau parbadanya dia. Saya kastau sama bapak karena saya mau melapor ke kantor polisi sekarang ini. tengoklah,” kata Mak Penga.

 

Saat dikonfirmasi ke Polsek Pandan Kapolsek Pantan AKP Zulkarnaen Pohan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang diproses. Laporan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/40/V/2021/Sek Pandan/ Res Tapteng. (PETRUS)