Bupati Dolly Pasaribu Optimis Tapsel Mampu Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

Bupati Dolly Pasaribu Optimis Tapsel Mampu Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

11/06/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Dolly Putra Parlindungan Pasaribu optimis Kabupaten Tapsel, Sumatera Utara mampu meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Bupati Dolly Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI) yang telah menetapkan Kabupaten Tapsel sebagai nominator penerima penghargaan KLA Tahun 2021.

“Meskipun masih nominator, saya merasa bangga dan terharu,” ucap Bupati Dolly Pasaribu disela pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi KLA Tahun 2021 secara virtual di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapsel, Rabu (9/6/2021).

Pemkab Tapsel memiliki tekad kuat dengan didukung upaya yang baik untuk meraih penghargaan KLA ini.

Bupati juga yakin, upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pemenuhan kriteria agar Tapsel lolos verifikasi tersebut juga akan membawa anak-anak di Kabupaten Tapsel bisa jauh lebih cerdas dan berprestasi di masa mendatang.

Sesuai amanat UU Nomor 35 Tahun 2014, Kabupaten Tapsel berkewajiban dalam mengupayakan dan bertanggungjawab melaksanakan serta mendukung kebijakan nasional dalam hal penyelenggaraan perlindungan anak lewat KLA.

“Secara pribadi, saya memiliki tanggung jawab moral terhadap anak-anak di Kabupaten Tapsel karena anak-anak di Tapsel ini seperti anak-anak saya. Keluarga saya terdiri remaja, balita bahkan batita. Ketika saya mendukung gerakan ini, sekaligus belajar untuk diaplikasikan ke keluarga saya pribadi,” pungkas Dolly Pasaribu.

Sebagai wujud komitmen terhadap amanat UU Nomor 35 Tahun 2014 tersebut, Bupati juga telah mengintegrasikannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kabupaten Tapsel merupakan bagian 5 klaster/kelompok pemenuhan hak anak serta 1 klaster kelembagaan yang menjadi bagian dari 24 indikator KLA.

Komitmen bersinergi dalam KLA itu juga didukung pemerintah atasan melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sumut dan Kabupaten Tapsel ataupun kabupaten/kota lain yang tertuang dalam Keputusan Nomor : 415.4/8055/2019 dan Nomor : 199/4746/2019 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) Dalam Mewujudkan KLA di Provinsi Sumut.

“Dan telah kami tindaklanjuti pula melalui MoU atau dokumen yang kami sepakati bersama para Camat se-Kabupaten Tapsel, juga Camat terhadap aparat desa dan kelurahannya,” terang Dolly.

Bupati mengatakan, pelaksanaan VLH adalah kegiatan tahap ketiga dari evaluasi KLA Tahun 2021. Nantinya hasil evaluasi ini akan dijadikan masukan dan harapannya bisa meningkatkan komitmen dan kinerja Pemkab Tapsel dalam menyelenggarakan perlindungan anak.

Jika dilihat dari 24 indikator penerima KLA, di Kabupaten Tapsel saat ini telah mengalami kenaikan yang signifikan, di antaranya peningkatan kepemilikan akte kelahiran, keberadaan sekolah, Puskesmas, rumah ibadah dan ruang bermain yang ramah anak. Juga sudah terbentuk forum anak kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan.

“Lalu dibentuk juga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Selanjutnya telah dibangun Perpustakaan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di seluruh kecamatan atau desa/kelurahan layak anak,” bebernya.

Dolly menyebutkan, semua capaian itu tidak akan membuat Pemkab Tapsel berhenti dalam mewujudkan penghargaan KLA. Justru semakin termotivasi meningkatkan kinerja penyelenggaraan perlindungan anak di Kabupaten Tapsel. Meski demikian, tetap perlu masukan atau saran agar semua bisa terwujud.

“Dengan dukungan semangat sinergisme ini, semangat kesatuan ini, saya yakin mengantarkan anak-anak Tapsel lebih maju, berpikiran unggul dan berbasis sumber daya manusia pembangun yang sehat, cerdas, sejahtera dan berkualitas sesuai visi dan misi Tapsel,” tandasnya.

Pelaksanaan VLH Evaluasi KLA Tahun 2021 secara virtual ini diikuti Sekretaris Deputi Perlindungan Anak, mewakili Bappenas dan dihadiri tim verifikator evaluasi KLA 2021, tim verifikator Provsu, anggota DPRD Tapsel, BNNK Tapsel, Kemenag Tapsel, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Tapsel Rosalina Dolly Pasaribu, para pimpinan OPD, Camat se-Tapsel, Forum Anak Kabupaten Tapsel, kades/lurah, Kepala Sekolah, pelaku usaha dan pihak perusahaan. (Borneo)