Upwelling, Penyebab Munculnya Sejumlah Ikan ke Permukaan Perairan Laut di Hajoran

Upwelling, Penyebab Munculnya Sejumlah Ikan ke Permukaan Perairan Laut di Hajoran

23/06/2021 0 By Redaktur 3

TAPTENG | Fenomena kemunculan sejumlah ikan dan berlompatan ke permukaan perairan laut di Kelurahan Hajoran sempat menghebohkan warga.

Akibat fenomena tersebut, sejumlah warga beramai-ramai menangkap sejumlah ikan yang mendadak muncul bergerombolan ke permukaan air dengan cara di tombak dan dijaring.

Menanggapi fenomena kemunculan sejumlah ikan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tapteng M Ridzam Batubara melalui Kabid Penangkapan, Perizinanan dan Pemberdayaan Edward Bangun, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/6/2021) mengatakan bahwa fenomena munculnya ikan dasar air laut ke permukaan yang terjadi pada Sabtu (19/6/21) hingga Minggu (20/6/21) merupakan kejadian yang pertama kali di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Fenomena alam tersebut disebabkan adanya upwelling yang artinya adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya. Pergerakan ini umumnya membawa nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan fitoplankton di dekat permukaan laut sehingga memperkaya biomassa di kawasan tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, adanya upwelling dapat diidentifikasi dengan rendahnya temperatur air laut dan tingginya kandungan biomassa. sehingga ikan yang berada didasar air laut berebut kepermukan air untuk mendapatkan oksigen.

“Jadi munculnya ikan dasar laut ke permukaan perairan dikarenakan kurangnya oksigen yang disebabkan fitoplankton yang berkembang begitu cepat sehingga menimbulkan alga yang menutupi permukaan air laut berwarna merah, yang mengakibatkan ikan dasar air laut muncul kepermukaan untuk mengambil oksigen,” katanya.

Ia juga menyampaikan, bahwa ikan yang muncul dari dasar laut ke permukaan bukan dari adanya efek pembuangan limbah.

“Air laut berwarna merah bukan dikarenakan adanya pembuangan limbah atau yang lainnya yang dapat membahayakan ekosistem laut di Kabupaten Tapanuli Tengah, itu hanya fenomena alam,” ujarnya.

Lanjutnya, DKP Tapteng telah turun ke lokasi perairan laut tersebut dan sudah membawa sampel air dan ikan untuk dilakukan penelitian, guna mengetahui apakah ada kandungan zat yang berbahaya. (Freddy A Pardosi)