Dolly Pasaribu: Sinergi Semua Pihak Kunci Tercapainya Target Pembangunan Tapsel

Dolly Pasaribu: Sinergi Semua Pihak Kunci Tercapainya Target Pembangunan Tapsel

24/06/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Dolly Putra Parlindungan Pasaribu mengajak semua pihak bersinergi demi mencapai target program dan kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan arahan dan tujuan pembangunan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 2019-2023 serta selaras dengan pembangunan Nasional 2020-2024.

“Musrenbang RPJMD 2021-2026 dilakukan dalam rangka menerima aspirasi seluruh lapisan masyarakat demi wujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tapsel,” ujar Bupati Tapsel Dolly Pasaribu saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapsel 2021-2026 di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapsel, Rabu (23/6/2021).

Bupati Dolly Pasaribu mengemukakan, forum Musrenbang mempunyai arti yang sangat penting karena seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi melakukan penajaman, penyelarasan dan klarifikasi akan seluruh rencana program pembangunan daerah sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Dolly berharap, peserta Musrenbang dapat memberikan masukan atas penyusunan RPJMD Tapsel 2021-2026 agar semakin selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan Provinsi Sumut dan pembangunan Nasional.

Dolly menjelaskan, tujuan penyelarasan itu yakni pertama, guna menjamin sinergitas sasaran pokok pembangunan dan arah kebijakan pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumut dan RPJMN pusat sehingga menjadi prioritas dalam RPJMD Kabupaten Tapsel. Kedua, agar tercipta harmonisasi hubungan antar pemerintah pusat maupun provinsi serta antara kabupaten/kota lain dengan daerah dalam rangka pencapaian sasaran pokok pembangunan Nasional. Ketiga, diharapkan penyelarasan itu dapat mengoptimalisasi penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Keempat, guna menyesuaikan alokasi anggaran pembangunan pusat dan daerah. Kelima, untuk optimalisasi potensi dan keanekaragaman daerah.

Bupati mengatakan, pada prinsipnya RPJMD merupakan penjabaran visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi arah kebijakan pembangunan serta keuangan daerah.

“Lebih dari itu, RPJMD juga merupakan program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk masa lima tahun,” ucap Dolly.

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Hasmirizal Lubis menyampaikan, RPJMD mempunyai kedudukan, peran dan fungsi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. RPJMD juga sebagai media untuk mengimplementasikan janji kepala daerah terpilih yang disampaikan saat kampanye ke seluruh masyarakat.

“Kemudian RPJMD dapat dijadikan pedoman pembangunan selama lima tahunan. Pedoman susunan rencana kerja tahunan RKPD, alat atau instrumen pengendalian bagi satuan pengawas internal SPID dan Bappeda, serta instrumen mengukur tingkat pencapaian kinerja kepala perangkat daerah,” ucapnya.

Diutarakannya, pedoman kabupaten/kota pada penyusunan pembangunan daerah dalam bentuk perda dan tidak boleh bertentangan dengan perda provinsi. Pedoman mengenai keberhasilan pemerintah daerah merupakan ruang politis bagi kepala daerah terpilih dan DPRD.

Dikatakannya, dalam rangka pencapaian prioritas pembangunan Nasional maka prioritas pembangunan daerah di semua tingkatan harus diselaraskan dengan prioritas pembangunan Nasional tersebut sesuai dengan kewenangan.

“Mari kita integrasikan dalam konteks kewilayahan dengan rencana tata ruang, baik di tingkat Nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota dengan tetap perhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup,” ajaknya.

Ditegaskannya, berdasarkan Pasal 70 Ayat 2 Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, paling lambat 6 bulan setelah Bupati terpilih maka dokumen Perda RPJMD harus diselesaikan.

Sementara mantan Bupati Tapsel dua periode Syahrul M Pasaribu yang di undang sebagai narasumber menyampaikan bahwa pada RPJMD yang terpenting harus dikenali dahulu apa yang dimiliki oleh daerah, kenali juga apa potensi daerah, serta kenali kelemahan dalam institusi pemerintahan di daerah. Lalu lihat momentum dan peluang dalam rangka pembangunan daerah.

“Untuk apa semua itu? Supaya kita tahu mau ke mana arah pembangunan,” terang Syahrul.

Syahrul menceritakan, kunci dirinya bisa keluar dari masa sulit saat awal memimpin Tapsel di 2010 lalu yakni bekerja tuntas, ikhlas dan mampu membangun sinergitas dengan segenap elemen.

Menurut Syahrul, dokumen RPJMD 80% berisi terjemahan visi dan misi kepala daerah terpilih di semua tingkatan.

“Jika meneliti visi dan misi Bupati Tapsel terpilih saat ini yakni Sehat, Cerdas dan Sejahtera, atas kerja sama semua pihak hal tersebut akan bisa dicapai,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Syahrul M Pasaribu membagikan buku “Kaleidoskop 10 Tahun Kepemimpinan Tapsel” kepada Bupati Tapsel, mewakili Gubsu, Kapolres Tapsel, Dandim 0212/Tapsel, serta sejumlah lainnya. (Borneo)