LPTARI Desak Kejatisu Segera Periksa M. Yusuf Batubara

26/06/2021 0 By Redaktur 2

Diduga Korupsi Pembayaran Kelebihan bayar atas iuran Jamkesda Tahun 2015

LPTARI Desak Kejatisu Segera Periksa M. Yusuf Batubara

 

SIBOLGA | Lembaga Pembangunan Tanah Air Republik Indonesia (LPTARI) menemukan bahwa M. Yusuf Batubara dengan memanfaatkan jabatannya sebagai kepala dinas Kesehatan Kota Sibolga diduga melakukan korupsi terhadap anggaran dinas Kesehatan Kota Sibolga 2015.

 

Hal itu dikatakan oleh ketua LPTARI Marasiddik Pasaribu kepada RAKYAT, Kamis (24/6/21) Dia menjelaskan bahwa M. Yusuf Batubara tidak mengembalikan kelebihan pembayaran iuran Jamkesda Tahun 2015.

 

Untuk itu LPTARI, mendesak Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan anggaran Pemkot Sibolga yang diplot dalam program Dinas Kesehatan kota Sibolga. Karena M. Yusuf Batubara yang saat itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga dan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dituding telah melakukan penggelapan anggaran hingga Ratusan juta Rupiah. Sehingga, kuat dugaan telah terjadi kerugian negara yang sangat signifikan.

 

“Sesuai dengan amanah Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2019, Tentang Pemberantaan Tindak Pidana Korupsi, maka sehubungan dengan Pembayaran Kelebihan Bayar Atas iuran Jamkesda Tahun 2015 Nomor surat 440.442.3.4/453/11/2020 Dinas Kesehatan Kota Sibolga yang diperuntukan kepada BPJS Kesehatan Cabang Kota Sibolga. Menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, tahun 2015 sebesar Rp463.673.550 (Empat Ratus Enam Puluh Tiga Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah), dikuatkan dengan surat Nomor 482/U/XVIII.MDN/9/2019 tanggal 5 September 2019 perihal undangan Pembahasan Tindak lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, maka hingga saat ini, dan / atau bulan Juni 2021, atau setidak-tidaknya telah melebihi tenggat waktu yang telah ditentuikan oleh Peraturan Perandang – Undangan, atau selama 6 tahun, belum juga dikembalikan Lenigian segara Surat tersebut juga telah ditembuskan ke Inspektorat Kota Sibolga. Maka kami kuat menduga bahwa M. Yusuf Batubara yang pada saat itu menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga telah melakukan tindak pidana korupsi atau menggelapkan uang negara hingga ratusan juta rupiah,” kata Marasiddik.

 

Sementara itu, Sekda Kota Sibolga M. Yusuf Batubara yang sebelumnya pernah menjabat Sebagai kepala Dinas Kota Sibolga Tahun 2015 saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/21) di kantor nya mengatakan bahwa dirinya bersih atas dugaan korupsi itu, dia tidak ada melakukan apa apa.

 

“Aku bersihnya aku di situ, sudah selesainya itu, yang lewat biarlah lewat, jangan lagi dibahas,” kata Yusuf. (Petrus Gulo)