TRANSFORMASIONAL GURU KONVENSIONAL MENJADI   GURU KREATIF-INOVATIF (GURU PENGGERAK)

TRANSFORMASIONAL GURU KONVENSIONAL MENJADI  GURU KREATIF-INOVATIF (GURU PENGGERAK)

01/07/2021 0 By Redaktur 2

Oleh: Grace Katy Viona Sihombing

Mahasiswa: Universitas HKBP Nomensen Medan

 

PENDAHULUAN

“Pendidikan itu memang penting, sekolah tidak penting. Saya tidak membutuhkan sekolah. Begitu juga kalian. Sekolah dapat membantu pendidikan kalian. Mungkin kalian menyukai sekolah. Jika sekolah itu menyenangkan maka tetaplah bersekolah. Jika sekolah tidak membuat kalian bahagia maka tinggalkan tempat itu” Sekelumit ungkapan seseorang yang harus meninggalkan sekolah sebab sekolah tidak mampu memberikan sesuatu yang bernilai tambah untuk pengembangan kompetensi dirinya sesuai dengan harapan semula (akhirnya dia belajar sendiri dan berhasil menjadi orang penting dalam perusahaan piranti lunak yang terkenal di dunia).

Pendidikan itu maha penting, maha utama sebab akan menjadi indikator kemajuan suatu bangsa dan negara. Pendidikan diawali dengan proses pembelajaran yang dilakukan dalam institusi formal dan informal. Guru masih memegang peranan penting dalam membelajarkan peserta didik. oleh karena itu, proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan menjadi indikator kunci keberhasilan pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi pada abad 21 ini menyebabkan arus globalisasi di segala bidang yang tidak bisa dibendung oleh suatu negara yang ditandai dengan revolusi industri 4.0 (era digitalisasi di segala bidang termasuk pendidikan). Bahkan suatu negara sudah ada yang menuju revolusi industri 5.0.

Menyikapi perkembangan di abad 21 ini, guru-guru sangat perlu melakukan proses transformasional secara keseluruhan antara lain :

  1. Guru tidak lagi satu-satunya sebagai sumber belajar tetapi harus terintegrasi dengan sumber belajar yang lain seperti bahan cetak (modul, buku, dll), audio visual, literasi digital (internet).
  2. Menjadi guru pembelajar aktif yang selalu meningkatkan kompetensi dan keterampilannya.
  3. Sebagai pendidik masa depan guru harus berfungsi sebagai seniman (artis) dan ilmuawan (scientist). Sebagai scientist guru harus mampu mendesain, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola sumber-sumber belajar yang sengaja dirancang dan dimanfaatkan. Untuk mendukung hal tersebut maka guru harus memiliki kompetensi yang mumpuni sehingga dapat mengimplementasikan proses pembelajaran berbasis digital (ICT) (saat ini sangat diperlukan sebab pembelajaran masih offline dan online akibat pandemi Covid 19).
  4. Guru harus mau keluar dari zona nyaman (konvensional) yang dilakukan selama ini menuju zona pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

PEMBAHASAN

Guru merupakan pendidik, pengajar, pembimbing profesional yang bertugas merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan melakukan evaluasi proses pembelajaran. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya seorang guru dituntut untuk selalu mengembangkan aspek kompetensinya, melakukan perubahan dalam paradigma proses pembelajaran yang dilakukan mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan (science) dan Teknologi (tecnologi).

Konvensional bisa diartikan sebagai berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum seperti adat, kebiasaan, kelaziman. Ada juga yang mempersepsikan konvensional itu sebagai sesuatu yang bersifat kuno atau tidak sesuai dengan keadaan saat ini, sesuatu yang harus ditinggalkan atau diperbaharui. Walaupun sebenarnya tidak semua yang bersifat konvensional tersebut harus ditinggalkan, pasti ada yang bisa dipertahankan karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Guru konvensional adalah guru yang masih menerapkan pola lama (tradisional) yang berpusat pada guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan seperti ceramah. Proses pembelajaran seperti ini cenderung satu arah tanpa memberikan kesempatan kepada siswa berkreatifitas dan berinovasi dalam pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran yang demikian abstrak dan teoritis.

Pada abad 21 ini ditandai dengan revolusi industri 4.0 sangat membawa paradigma baru dan pola perubahan di bidang pendidikan. Apalagi pada saat sekarang ini wabah Pandemi Covid 19 masih melanda dunia termasuk Indonesia dan serta merta memengaruhi strategi dan metoda pembelajaran yang dilakukan dari pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan moda daring dan luring. Kenyamanan atau zona nyaman yang dialami guru selama ini telah menimbulkan kekurangsiapan dalam melaksanakan proses pembelajaran moda daring dan luring dan hal ini berimplikasi pada penurunan kualitas pembelajaran yang dilakukan.

Menyikapi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di abad 21 ini, guru-guru diharapkan selalu meningkatkan kompetensinya sehingga mampu mengembangkan proses pembelajaran dengan mengadaptasi Teknologi Informasi (digitalisasi pembelajaran) sehingga output pembelajaran (peserta didik) mampu menguasai berbagai keterampilan seperti critical thinking and problem solving, creativity, collaboration and communication. Dengan kata lain bahwa guru-guru harus mampu berkreativitas dan berinovasi melaksanakan pembelajaran berkarakteristik abad 21 dengan menekankan kepada learning skills (keterampilan 4 c) dan literasi.

Pengembangan guru-guru penggerak di setiap satuan pendidikan seperti yang diprogramkan oleh Mendikbud bisa menjawab tantangan pembelajaran di abad 21 ini. Guru penggerak merupakan suatu program pelatihan guru atau pembibitan guru agar menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan Indonesia di masa depan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Guru penggerak juga harus memiliki kemauan untuk memimpin, berkreativitas, berinovasi dan melakukan perubahan dalam pembelajaran yang dilakukan.

PENUTUP

Guru masih memiliki peranan penting dalam pembelajaran dalam rangka menghasilkan output pendidikan (peserta didik) yang memiliki kompetensi dan keterampilan 4 C. Paradigma pendidikan dan pembelajaran guru harus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di abad 21 ini. Proses pembelajaran harus bergeser dari teacher centered ke student centered. Guru harus terus meningkatkan kempetensinya dengan demikian akan mampu berkreasi, berinovasi dalam proses pembelajaran dengan berbagai variasi model, metode pembelajaran dan mengadaptasi teknologi informasi (digitalisasi pembelajaran) yang dibutuhkan. Guru-guru yang demikian disebut juga sebagai guru-guru penggerak.