Puluhan Lansia Badriden di Tapteng butuh Kursi Roda 

Puluhan Lansia Badriden di Tapteng butuh Kursi Roda 

02/07/2021 0 By Redaktur 2

Tapteng |Sekitar Puluhan Lanjut Usia di Kabupaten Tapanuli Tengah membutuhkan bantuan kursi roda. Khususnya mereka yang sudah mulai lumpuh dan susah untuk berjalan.

Hal ini dikatakan oleh Samahati Lase selaku ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Sekata Berbagi Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Petrus Gulo sekalu ketua LKS-LU Sejahtera Tapian Nauli (SEPIA) Tapteng, Jumat (2/7/21).

“Kalau di kabupaten Tapanuli Tengah, sebenarnya ada banyak lansia kuta yang tergolong Badriden, untuk binaan Yayasan Sekata Berbagi saja ada sekitar 20 orang, Binaan LKS SEPIA sekitar 50 orang, belum lagi Lansia yang belum terdata,” kata Samahati Lase.

Ketua LKS LU Sekata Berbagi mengunjungi lansia badriden di kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah

Samahati Lase menjelaskan bahwa, lansia yang dapat dikategorikan lansia badriden adalah lansia yang hanya terbaring di tempat tidur, karena penyakitnya, atau lumpuh Sehingga membutuhkan alat bantu berupa kursi roda untuk menemani rutinitas nya sehari hari.

“Beberapa diantara lansia rersebut ada yang benar benar sudah ditinggalkan oleh keluarganya. Tinggal sendiri di rumah tanpa ada yang mengasuh.

Sementara dia hanya bisa terbaring di tempat tidur, kakinya tidak bisa digerakkan. Jadi kalau sudah mendapat bantuan kursi roda, setidaknya dia dapat bergerak dengan menggunakan kursi roda,” jelas Samahati Lase

Petrus Gulo, ketua LKS-LU Sejahtera Tapian Nauli saat mengunjungi Maria Hutagalung (87) salah seorang lansia badriden di Desa Pargodungan Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah

Sebagai salah seorang aktibis dan penggerak kegiatan sosial di kabupaten Tapanuli Tengah, Samahati lase berharap pemerintah pusat melalui Mentei Sosial yang saat ini dijabat oleh Tri Rismaharini, dapat memberikan perhatian dan memberikan bantuan kepada lansia yang belum tersentuh di kabupaten Tapanuli Tengah. (Petrus)