Rapat Mendadak, Kota Sibolga Terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro Mulai 6 Juli Hingga 20 Juli 2021

Rapat Mendadak, Kota Sibolga Terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro Mulai 6 Juli Hingga 20 Juli 2021

06/07/2021 0 By Redaktur 3

SIBOLGA | Mendapatkan informasi pemberitaan nasional, bahwa Kota Sibolga masuk dalam daftar 43 Kabupaten/Kota di Indonesia di luar Jawa dan Bali yang dikenakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai 6 Juli hingga 20 Juli 2021.

Mengetahui hal itu, Walikota Sibolga H Jamaluddin Pohan selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga, langsung melaksanakan rapat mendadak di Aula Nusantara I Kantor Walikota Sibolga, Selasa (6/7/2021).

Pada kesempatan itu, Walikota Sibolga H Jamaluddin Pohan mengatakan berdasarkan laporan yang diterima sebelumnya, Kota Sibolga masih zona kuning. Tetapi pemberitaan di media nasional menyatakan Kota Sibolga termasuk untuk pelaksanaan pemberlakuan PPKM Mikro. Maka dianggap perlu segera mengambil tindakan.

“Kota Sibolga akan mengikuti Instruksi Kemendagri (Inmendagri) Nomor 17 Tahun 2021, agar kita semua segera terbebas dari kondisi ini,” kata Walikota Sibolga.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu menerangkan bahwa Kota Sibolga harus memberlakukan PPKM Mikro dikarenakan persentase kematian mencapai 3,4%, melebihi batas persentase kematian nasional yang hanya 2,6%, dan WHO sebesar 3%.

Kemudian, Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex dan Kapolres Sibolga AKBP Triyadi yang turut hadir saat rapat mendadak menegaskan, akan melaksanakan operasi Yustisi pagi, siang, dan malam. Keduanya juga meminta Lurah, Kepling, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas, harus ikut serta bertindak di lingkungan masing-masing.

”Panggil, kumpulkan, tegakkan aturan agar masyarakat paham. Ini aturan harus dilaksanakan,” tegas Dandim 0212/TT.

Keputusan final dalam rapat ini disesuaikan dengan Inmendagri Nomor 17 Tahun 2021, diantaranya :

1. Pelaksanaan operasi Yustisi mulai skala lingkungan terkecil oleh Lurah, Kepling, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas hingga skala Kota Sibolga;

2. Peningkatan fasilitas pelayanan juga keamanan di fasilitas keamanan;

3. Tempat isolasi Wisma Atlet Parambunan diaktifkan kembali dan melengkapi fasilitas isolasi, termasuk mempersiapkan kerja sama dengan Hotel Dainang sebagai tempat isolasi tambahan;
4. Penutupan kegiatan masyarakat non esensial;

5. Pembatasan kegiatan sosial, termasuk penundaan pesta;

6. Pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah; dan

7. Pembatasan mobilitas pelaku perjalanan.

Turut hadir mengikuti rapat adalah seluruh komponen Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga yakni Sekda M Yusuf Batubara, Para Staf Ahli, Asisten, Pimpinan OPD, beberapa Pimpinan Instansi Vertikal, serta Camat dan Lurah se-Kota Sibolga.

Sebelumnya, Pemerintah mengumumkan daftar Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di luar Jawa dan Bali. Daerah-daerah itu akan menerapkan pembatasan pada 6 Juli hingga 20 Juli 2021.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyampaikan, pengetatan dilakukan di daerah-daerah dengan status level 4 berdasarkan kriteria Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan asesmen di level 4 ini, maka di 43 Kabupaten/Kota di 20 Provinsi dilakukan pengetatan,” kata Airlangga dilansir dari CNN Indonesia, Senin (5/7/2021). (Freddy A Pardosi/Ril)