Dolly Pasaribu Harapkan KUR Tani Kurangi Beban Petani Terkait Permodalan

Dolly Pasaribu Harapkan KUR Tani Kurangi Beban Petani Terkait Permodalan

08/09/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Dolly Pasaribu berharap, kehadiran kredit usaha rakyat (KUR) Tani dapat mengurangi beban petani khususnya terkait permodalan.

Bupati Dolly Pasaribu mengemukakan, sebelum menjabat kepala daerah, Ia telah mencita-citakan visi dan misi dalam membangun Tapsel adalah Tapsel yang maju berbasis sumber daya manusia (SDM) Pembangun yang lebih sehat, cerdas dan sejahtera serta sumber daya alam (SDA) yang produktif dan lestari.

Manusia Pembangun artinya Tapsel membutuhkan orang per-orang yang aktif dan terlibat dalam membangun Tapsel yang maju.

Dolly Pasaribu menjelaskan, masyarakat Tapsel yang maju artinya pemikiran masyarakat yang fokus pada solusi. Artinya masyarakat berdaya guna dalam berbagai sendi kehidupan termasuk sektor pertaniannya juga ikut maju.

Manusia Pembangun tersebut juga ikut mendorong masyarakat Tapsel yang lebih sehat, cerdas dan sejahtera. Hal itu bisa terwujud dengan adanya dukungan SDM yang baik.

“Pertemuan kita kali ini khusus berdiskusi dalam mengambil langkah aksi dan tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Bupati Dolly Pasaribu di acara Sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR) Tani, Revitalisasi Data Kelompok Tani dan Kegiatan Forum Pertemuan Petani Kabupaten Tapsel di Istana Hasadaon di Kecamatan Sayurmatinggi, Senin (6/9/2021).

Bupati menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima bahwa sektor pertanian adalah salah satu pendukung utama peningkatan perekonomian nasional.

“Dalam hal ini Tapsel yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Artinya dengan mendorong SDM petani Tapsel dalam mengolah komoditi pertanian itu lebih baik maka akan tercipta kesejahteraan yang lebih bagi masyarakat,” ucap Bupati.

Dolly mengatakan, guna meningkatkan hasil komoditi, para petani diajak menggunakan SDM yang produktif dengan sebaik-baiknya terutama pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Kami memahami dengan adanya aturan pembatasan kegiatan saat ini, proses produksi hingga pemasaran banyak mengalami kendala. Untuk itu Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan harus bahu-membahu bersama petugas penyuluh di lapangan dengan para petani agar hasil produksi dan pemasaran komoditi tetap berjalan dengan baik,” sebut Dolly.

Dolly mengutarakan, guna menstimulus semangat petani, saat ini pemerintah bekerja sama dengan Perbankan tengah berupaya menghadirkan KUR Tani. Dengan KUR Tani diharapkan dapat mengurangi beban petani khususnya terkait permodalan.

Secara bertahap akan dilakukan sosialisasi KUR Tani. Nantinya guna memperlancar pembayaran KUR Tani maka Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan Tapsel akan berupaya membantu dalam hal pemasaran, pembimbingan dan pengawasan.

“Sehingga harga jual komoditi hasil bumi sesuai dengan harga pasaran. Khusus untuk komoditi padi atau beras, jika harga di pasar menurun maka akan bekerja sama dengan Bulog untuk membeli beras dari petani supaya proses pembayaran cicilan KUR Tani itu bisa berjalan dengan lancar,” terang Dolly.

Dolly bercerita, beberapa waktu lalu Ia bertemu dengan HKTI Sumut beserta Pemuda Tani Sumut. Dari pertemuan itu diperoleh informasi bahwa KUR Tani dinilai cukup berhasil di kabupaten/kota lain. Seperti di Langkat, kegiatan ini sudah berjalan 4 kali musim tanam dan tiap akhir musim tanam, petani berhasil mengembalikan fasilitas pinjaman 100%.

“Sudah empat kali musim tanam. Artinya keseluruhan petani yang mendapat fasilitas pinjaman itu mampu melunaskannya selama empat kali musim tanam tersebut,” beber Dolly.

Meski demikian, Bupati berharap prinsip kehati-hatian tetap dikedepankan agar petani yang benar-benar layak yang bisa bekerja sama. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya penunggakan yang mengakibatkan petani tidak nyaman dalam berusaha.

Kepala Dinas Pertanian Tapsel Bismark Maratua Siregar mengatakan, permasalahan petani saat ini secara garis besar terletak pada teknologi pemasaran serta permodalan. Maka dari itu, dengan adanya kesempatan kucuran dana KUR dari BNI, diharapkan para kelompok tani bisa memanfaatkan momen itu dengan sebaik-baiknya terkhusus untuk meningkatkan pembudidayaan padi sawah.

“Secara tidak langsung kita berharap dengan hadirnya KUR Tani maka akan sejalan dengan peningkatan hasil produksi,” harap Bismark.

Pada kesempatan itu Bupati menyerahkan pupuk hayati cair secara simbolis kepada 4 kelompok tani perwakilan dari 4 kecamatan.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang KUR Tani oleh pimpinan BNI Cabang Padangsidimpuan Zulkifli Effendi Nasution. (Borneo)