Kasus Dugaan Penggelapan dan Penipuan Beasiswa Bidikmisi di STP Sibolga Dinilai Berjalan Lambat

Kasus Dugaan Penggelapan dan Penipuan Beasiswa Bidikmisi di STP Sibolga Dinilai Berjalan Lambat

23/09/2021 0 By Redaktur 2

Nurintan : Ada Apa Dengan Polisi?

Sibolga | Nurintanamtuturena Siregar (21) Seorang mahasiswi di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga Kecewa dengan kinerja kepolisian Resor kota Sibolga (Polres Sibolga). Pasalnya kasus dugaan penggelapan dan atau Penipuan yang terjadi pada sekitar awal bulan Maret tahun 2019 di STP Sibolga telah dilaporkannya pada tanggal 8 Juli 2021 yang lalu terkesan didiamkan.

Hal ini dikatakan oleh Nurintan kepada Metro24, Kamis (23/9/2021) seraya ingin memperjelas kasus yang juga merugikan uang negara yang berasal dari APBN tersebut.

“Awalnya sekitaran bulan Desember 2018 kami disuruh untuk mendaftar supaya dapat beasiswa bidik misi. Di awal januari 2019 kami bukak rekening saldo awalnya dari Pak Lucien selaku ketua STP Sibolga saat itu. Lalu kami ramai ramai membuka rekening ke kantor Bank BRI unit Sarudik” papar Nurintan.

Nurintan menjelaskan bahwa Setelah di cetak buku rekening dan ATM, kemudian mereka disuruh untuk menarik uang untuk Pencairan pertama langsung ke Kantor BRI sebanyak 2 kali penarikan dengan jumlah Rp4 juta.

“Setelah itu uangnya beserta Buku rekening dan ATM kami di tahan pihak sekolah beserta nomor PIN ATM. Setelah itu sampai sebelum saya melaporkan kasus ini di bulan juli 2021, buku rekening dan ATM serta uang bidik misi kami ditangan pihak kampus,” katanya.

Selanjutnya pada tanggal 8 juli 2021 Nurintan telah melaporkan kasus ini dengan Surat Tanda Terima Laporan polisi Nomor : STTPL / 133 / VII / 2021 / SPKT dan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 172 / VII /2021 / SPKT / Polres Sibolga / Polda Sumatera Utara, tanggal 8 Juli 2021.

“Kasus ini sudah di tindak lanjuti dan di tanggal 12 Juli 2021 sudah ada SP2HP dari pihk Polres Sibolga yang isinya dibutuhkan waktu 15 hari dan jika diperlukan waktu perpanjangan penyelidikan. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dan perkembangan kasus tersebut. Ada apa dengan polisi? Sekarang sudah bulan September. Apakah kasus ini didiamkan? Atau di peti Es kan? Mohon pemberitahuan nya?,” Tanya Nurintan.

Saat dikonfirmasi kepada pihak kepolisian resort Sibolga melalui penyidik pembantu Aiptu Julius Napitupulu melalui telepon selulernya menjelaskan bahwa kasus tersebut masih tahap lidik.

” Oh itu masih kita lidik, dan belum ada penetapan tersangka. Kita masih mengumpulkan bukti bukti,” jawab Aiptu Julius Napitupulu, Kamis (23/9/21). (Petrus)