Dukung Nurintan, 9 Mahasiswa Penerima Bidik Misi STP Sibolga Sampaikan Dumas Ke Polres Sibolga

Dukung Nurintan, 9 Mahasiswa Penerima Bidik Misi STP Sibolga Sampaikan Dumas Ke Polres Sibolga

04/10/2021 0 By Redaktur 2

Sibolga | Mendukung laporan Nurintan Ke Polres Sibolga terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana beasiswa Bidik misi yang melibatkan mantan ketua STP Sibolga Dr Lucien P Sitanggang, Sebanyak 9 orang mahasiswa STP Sibolga Penerima beasiswa Bidik misi kembali menyampaikan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polres Sibolga beserta pernyataan terkait keterlibatan Lucien dalam kasus penipuan dan penggelapan dana beasiswa bidik misi.

Keterangan foto
Mahasiswa usai menyerahkan dumasnke.Polres Sibolga

Hal ini disampaikan oleh Febriman Laowo bersama rekan mahasiswa lainnya yaitu Agnes Monica Simanullang, Ester Tampubolon, Pitri Hernita, Tiara Siregar, Yarniati Gea, Jelita Sari Ndraha, Roswita Gulo, Theodorus Dimas Syahputra nduru, kepada rakyat, Senin (4/10).

 

Dumas tersebut mereka sampaikan masing masing yang isinya untuk melaporkan adanya Dugaan Tindak Pidana “Penipuan diserta Pengelapan Dana Bidikmisi”, yang dilakukan oleh Dr Lucien Pahala Sitanggang selaku Ketua STP Sibolga.

 

“Untuk mendukung proses penyampaian Laporan dan Pengaduan ini, turut saya lampirkan Surat Pernyataan tanggal 22 September 2021, tentang kronologis kejadian perkara. Patut diduga bahwa perbuatan dari Terlapor (Dr. Lucien Pahala Sitanggang) selaku ketua STP Sibolga tersebut, telah melanggar Tindak Pidana sebagaimana diatur dengan Pasal 372, jo 378 dari KUHP Pidana yang telah menimbulkan kerugian terhadap diri saya selaku penerima Dana Bidikmisi (Korban),” kata Febriman bersama rekan rekannya.

 

Adapun kronologis dan pernyataan yang disampaikan oelh mahasiswa diantaranya; Bahwa pada tahun 2017, beberapa dari mahasiswa di STP Sibolga terdaftar sebagai mahasiswa penerima dana Bidikmisi, yang sumber dananya berasal dari pemerintah (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia)

 

Bahwa untuk proses penyaluran dana Bidikmisi tersebut, mahasiswa disuruh untuk membuka rekening baru di BRI Kota Sibolga. Bahwa setelah itu Buku Tabungan dan Kartu ATM tersebut, Pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga yaitu Ibu Nenima Halawa, langsung mengambil dan mengumpulkan buku tabungan serta Kartu ATM saya tersebut. Bahwa setelah Buku Tabungan dan Kartu ATM tersebut, pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga juga meminta nomor PIN dari ATM mahasiswa.

 

Bahwa penarikan pada saat pencairan dana Bidikmisi di semester 3 dengan nominal penarikan sebesar Rp 3.900.000,-, semester 4 dengan nominal penarikan Rp.4.200.000,-, semester 8 dengan nominal penarikan Rp. 4.200.000,- di Kantor BRI Sarudik. Bahwa setelah proses penarikan uang tunai selesai, kami kembali pulang ke kampus Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga, dan dikumpulkan dalam satu ruangan, bersama dengan mahasiswa penerima beasiswa lainnya. Mengambil seluruh dana beasiswa bidikmisi (bantuan biaya hidup) dan menyetor uang tersebut ke ibu Nenima Halawa kemudian diarahkan ke PK 2 (Pembantu Keuangan). Sedangkan untuk proses pencairan dana / penarikan dana beasiswa Bidikmisi (bantuan biaya hidup) untuk semester 1, semester 2, semester 5, semester 6, semester 7, dana tersebut langsung di ambil / di tarik oleh pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga.

 

Bahwa pada saat-saat tertentu, apabila Tim Monitoring dan Evaluasi (MONEV) L.L. Dikti Wilayah I Sumut datang dari Medan ke Sibolga, pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga mengembalikan Buku Tabungan dan ATM kami, agar terlihat seolah olah buku tabungan dan kartu ATM tersebut, berada dalam penguasaan kami. Bahwa tetapi, setelah Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) tersebut kembali ke Medan, maka pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga langsung mengambil kembali, buku tabungan dan kartu ATM tersebut dari kami. Bahwa kami tidak pernah mengetahui berapa jumlah dana yang telah masuk / yang telah di tarik dari buku tabungan kami. Karena penarikan dana beasiswa Bidikmisi (bantuan biaya hidup) tersebut, langsung ditarik /diambil sendiri oleh pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga.

 

Bahwa apabila kami meminta konfirmasi kepada pihak Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga, maka kami selalu mendapat tekanan dan ancaman dengan menyatakan; Bahwa penyaluran dana Beasiswa Bidikmisi pada perguruan Tinggi Negeri tidak sama dengan Perguruan Tinggi Swasta. Bahwa pada Perguruan Tinggi Negeri, dana Beasiswa Bidikmisi (bantuan biaya hidup) tersebut, langsung dikelola sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan, tetapi kalau pada Perguruan Tinggi Swasta, Bantuan biaya hidup tersebut dikelola oleh kampus.

 

Bahwa apabila kami selalu mempertanyakan perihal dana Bidikmisi tersebut, maka hal tersebut dianggap sebagai sikap pembangkagan kami terhadap Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga. Bahwa karena dianggap sebagai pembangkang, maka kami akan dipersulit untuk memenuhi kewajiban kami yaitu target hasil belajar yang harus kami buktikan dengan Indeks Prestasi. Bahkan nama kami sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, akan diganti/ dialihkan dengan nama mahasiswa yang lainnya.

 

 

Bahwa pihak kampus meminta kepada kami agar menandatangani surat pernyataan yang isinya antara lain: “Bahwa saya bersedia menitipkan Buku Tabungan dan ATM saya kepada pihak STP Sibolga”.

Bahwa isi surat pernyataan tersebut adalah informasi bohong yang di rekayasa oleh pihak STP Sibolga, yang sengaja dibuat kemudian dengan tujuan agar seolah olah buku tabungan, ATM dan PIN tersebut benar benar dititipkan oleh mahasiswa kepada pihak STP Sibolga. Bahwa saya merasa ditipu dan dirugikan oleh Dr Lucien P Sitanggang karena tidak adanya transparansi pengolahan biaya yang harusnya diperuntukkan sebagai biaya hidup mahasiswa.

Ketika dikonfirmasi kepada Dr Lucien P Sitanggang melalui telepon selulernya, Lucien tidak mengangkat, terakhir yang mengangkat telepon adalh salah satu mantan mahasiswa bernama Arwan Laoli menjawab maaf bang, bapak lagi rapat. Sambil menutup telepon. Sementara di kirim pesan melalui chat WA, namun tidak juga dibalas sampai berita ini di terbitkan. (Petrus)