Dukung Kemajuan Pertanian Tapsel, Agincourt Resources Fasilitasi Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Lapangan

Dukung Kemajuan Pertanian Tapsel, Agincourt Resources Fasilitasi Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Lapangan

06/10/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) melalui sertifikasi profesi bagi 30 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada 5-7 Oktober 2021.

Fasilitasi sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen PTAR untuk meningkatkan kualitas pertanian sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal di Tapsel.

Kegiatan sertifikasi profesi PPL ini juga merupakan hasil kerja sama yang baik antara PTAR dengan Pemkab Tapsel, Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi ini diikuti oleh 9 orang PPL dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batangtoru, 6 orang PPL dari BPP Muara Batangtoru dan 15 orang PPL dari BPP kecamatan lainnya di Tapsel.

General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis mengatakan, perusahaan akan terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian di Tapsel, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan jumlah area lahan pertanian.

“Lebih dari 70% masyarakat di Kecamatan Batangtoru berprofesi sebagai petani. Tak hanya itu, Kecamatan Batangtoru sendiri merupakan salah satu sentra pertanian di Tapsel dengan komoditas beras/padi. PTAR akan selalu mendorong kerja sama strategis dengan pemerintah maupun mitra lainnya dalam mendorong berbagai program yang berkontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Tapsel yang telah mendukung program sertifikasi ini,” ujar Rahmat Lubis.

Senior Manager Community PTAR Christine Pepah menambahkan, untuk membangun dan mengembangkan sektor pertanian di Tapsel, pendampingan dari PPL yang berkualitas, andal, profesional, inovatif, proaktif dan komunikatif sangat diperlukan.

“Sektor pertanian berkembang sangat pesat dan dinamis. Oleh karena itu, PPL yang tersertifikasi sangat dibutuhkan untuk mendampingi para petani. Mereka nantinya akan menjadi tempat konsultasi bagi para petani, pekebun, peternak dan perikanan air tawar. Melalui pendampingan dari PPL terutama terkait dengan edukasi dan adopsi teknologi tepat guna, diharapkan produksi pertanian di Tapsel terus meningkat, sehingga juga dapat mendorong kenaikan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan para petani dan keluarganya,” jelas Christine.

Adapun pertanian dan pengembangan ekonomi lokal termasuk dalam dua fokus utama program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PTAR. Keberhasilan petani dalam berbudidaya pangan ini perlu terus didukung dengan keberadaan dan kontribusi PPL selaku ujung tombak kehadiran pemerintah.

Tidak hanya itu, menurut Christine, terwujudnya PPL yang kompeten dan andal akan menjamin penyelenggaraan penyuluhan yang terjamin kualitasnya dan mendapatkan pengakuan dari kelompok dan masyarakat tani, sehingga mampu mendukung pertanian Tapsel ke arah yang lebih baik.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil pendampingan PTAR, luas lahan budidaya pertanian di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru telah mencapai sekitar 150 hektar, terdiri dari budidaya pertanian organik seluas 2 hektar, budidaya penangkaran padi 10 hektar, budidaya pertanian padi konvensional 100 hektar, budidaya tanaman akar rimpang 3 hektar dan budidaya jagung pipil 35 hektar.

“Jumlah petani yang mendapatkan program pendampingan dari PTAR juga telah mencapai sekitar 250 orang. Berbagai hasil pertanian mereka berhasil dipasarkan di luar Batangtoru dan Muara Batangtoru, yakni di Padangsidimpuan, Sibolga hingga Medan. Kami mendukung para petani tidak hanya melalui pengembangan kapasitas, tapi juga penyediaan sarana produksi pertanian, sistem irigasi, infrastruktur akses persawahan, asistensi sertifikasi produk, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga fasilitas produksi pasca panen serta akses pemasaran,” rinci Christine.

Sertifikasi profesi PPL yang didukung oleh PTAR dan tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PTAR terutama pada pilar Tingkat Pendapatan Riil dan Kemandirian Ekonomi, juga sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K), Peraturan Menteri Pertanian No.45/Permentan/OT.140/4/2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian, serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 43 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Penyuluhan Pertanian.

Tak hanya memfasilitasi sertifikasi, komitmen PTAR terhadap pengembangan pertanian di Tapsel khususnya Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru juga terlihat dari berbagai program yang telah dilakukan, di antaranya pengembangan ternak terpadu untuk kelompok pemuda desa, budidaya tanaman akar rimpang dan penjualan oleh kelompok masyarakat di dua desa, pengembangan kapasitas budidaya ikan, produksi bibit padi unggul dan tersertifikasi, padi organik, jagung pipil, infrastruktur pertanian (seperti akses jalan dan perbaikan saluran irigasi), serta budidaya tanaman buah-buahan dalam pot.

Bupati Tapsel Dolly Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTAR atas inisiatif dan komitmennya bekerja sama dengan Pemkab Tapsel meningkatkan kualitas sektor pertanian.

Dolly Pasaribu berharap, melalui sertifikasi profesi tersebut bisa menjadikan PPL yang kompeten yang memiliki ilmu dan wawasan luas di bidang pertanian.

Dolly menyebutkan, hampir 75 persen masyarakat Tapsel adalah petani. Karena itu, sektor pertanian merupakan penyokong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

Menurut Dolly, produk pertanian Tapsel cukup baik namun harus didorong untuk pemasaran yang lebih luas lagi.

Bupati juga berharap, ilmu yang didapat nantinya bisa menunjang tugas-tugas PPL di lapangan dalam mewujudkan Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera. (Borneo)