16 Siswa Pesantren Darul Mursyid Raih Prestasi Olimpiade Braindicator Tingkat Nasional 2021

16 Siswa Pesantren Darul Mursyid Raih Prestasi Olimpiade Braindicator Tingkat Nasional 2021

13/10/2021 0 By Redaktur 1

TAPSEL I Sebanyak 16 siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) kembali mengukir prestasi membanggakan pada Olimpiade Braindicator Tingkat Nasional Tahun 2021 yang digelar secara daring dari Jawa Barat pada 19 September 2021 lalu.

Kepala Divisi Pembinaan Kejuaraan Sains PDM Darwis Simbolon mengatakan, Braindicator Indonesia adalah sebuah badan usaha yang bergerak di bidang konsultan jasa pendidikan dan olimpiade yang didirikan sejak tahun 2018, namun baru diresmikan tahun 2020. Braindicator memiliki cita-cita yang selaras dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk turut serta membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter dan berkarya di bidang sains dan teknologi.

“Karena itu, siswa yang berprestasi pada Olimpiade Braindicator bisa dijadikan sebagai indikasi lolos pada Kompetisi Sains Nasional (KSN),” ujar Darwis Simbolon, Senin (11/10/2021).

Darwis menyebutkan, olimpiade ini sangat bergengsi, dibuktikan dari peserta yang diikuti ratusan sekolah ternama di Indonesia, seperti SMA Nuris Jember, SMK Kesehatan Bhakti Insani, MAN 1 Brebes, SMAN Taruna Brawijaya, SMA Arsa Foundation, MAN IC Kendari, SMAN 66 Jakarta, SMA Kristen Parolo, SMAN 5 Kendari, SMA Methodist 2 Palembang, SMAN 12 Medan, MAN 1 Medan, serta lainnya.

“Alhamdulillah, siswa Pesantren Darul Mursyid menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan pada olimpiade ini,” pungkas Darwis.

Keenam belas siswa Pesantren Darul Mursyid peraih prestasi yakni di bidang Komputer atas nama Ahmad Rian Syaifullah meraih medali Emas, Azwir Zaiul Haq medali Perak. Bidang Astronomi atas nama Raihan Anugrah, Adrian Teguh dan Ridho Ginting masing-masing meraih medali Perak, Rahmi Raihan medali Perunggu. Bidang Biologi atas nama Khairunnisa Fitri meraih medali Perak, M. Rizky Ferdiansyah medali Perunggu. Bidang Ekonomi atas nama Radhitiya Wicaksana medali Perak. Bidang Geografi atas nama Fadhlan Aulia medali Perak, Fauzan Fadhil S dan Khadijah Simanjuntak masing-masing medali Perunggu. Bidang Kebumian atas nama Ismail Yusuf medali Perunggu. Bidang Kimia atas nama Tarisya Dwi Ananda medali Perunggu. Bidang Matematika atas nama M. Thoriq Aulia Rahman dan M. Fadhly Fahlevi masing-masing medali Perunggu.

“Terima kasih atas do’a dan dukungan bapak Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (YASPENHIR) Jafar Syahbuddin Ritonga DBA selaku badan pengelola PDM, Direktur PDM, para Wakil Direktur, guru dan karyawan PDM, mudah-mudahan prestasi ini menambah keberkahan bagi Pesantren Darul Mursyid, kejayaan Islam serta kebanggaan bagi orangtua dan guru,” Ucap Darwis.

Direktur PDM Yusri Lubis merasa bersyukur atas pencapaian prestasi sains yang tiada hentinya diukir terus oleh siswa Pesantren Darul Mursyid yang terletak di Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) ini.

“Terima kasih kepada para siswa yang telah menambah prestasi kita pada Olimpiade Braindicator yang cukup bergengsi ini. Semoga membawa berkah serta membawa kemajuan pada kejayaan sains Islam di Indonesia,” pungkas Yusri.

Dengan terus menambah prestasi sains, lanjut Yusri, menunjukkan bahwa Pesantren Darul Mursyid konsisten dalam pencapaian visi dan misi sebagai pusat kejayaan sains Islam di Sumatera Bagian Tenggara.

“Insya Allah kita tidak akan pernah berhenti untuk mengikuti event perlombaan bergengsi dimanapun,” tegas Yusri.

Terpisah, Ketua Umum YASPENHIR Jafar Syahbuddin Ritonga mengaku sangat bangga atas pencapaian prestasi anak didiknya yang terus mengalami peningkatan.

Jafar merasa sangat bersyukur dan terus menanamkan sikap untuk tidak pernah cepat puas dengan apa yang diraih, sehingga selalu memacu diri untuk menjadi yang terbaik dengan selalu belajar.

“Teruslah berjuang demi untuk kemajuan Islam, bangsa, Pesantren Darul Mursyid serta untuk membanggakan orangtua,” tutur Jafar alumni S3 USM Malaysia ini. (Borneo)