Gagal di Mediasi HIMNI, Aliansi Mahasiswa Bidikmisi akan Buat Laporan Polisi Terbaru

Gagal di Mediasi HIMNI, Aliansi Mahasiswa Bidikmisi akan Buat Laporan Polisi Terbaru

22/10/2021 0 By Redaktur 2

 

SIBOLGA| Sejumlah mahasiswa yang merupakan korban penipuan dan penggelapan dana beasiswa Bisik Misi di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga akan kembäli membuat Laporan Polisi terkait penipuan dan penggelapan dana bantuan Hidup Bidik misi yang diduga digelapkan oleh mantan oknum ketua STP Sibolga.

Hal ini disampaikan oleh Septiman Zalukhu, Kamis (21/10/21) kepada RAKYAT. Dia mengatakan bahwa para mahasiswa sangat menyesalkan sikap HIMNI yang mencoba ikut campur dalam masalah penipuan dan penggelapan dana bantuan biaya hidup Bidik Misi. Pasalnya sikap HIMNI terkesan membela dan berpihak kepada pihak pelaku.

Dia mengatakan bahwa pada hari Jumat (15/10/21) yang lalu, mewakili Himpunan Masyarakat Nias Indonesia kota Sibolga yaitu Sozanolo Telaumbanua selaku ketua HIMNI kota Sibolga, Matatias Zendrato. Yasiduhu Zendrato, dan beberapa pengurus HIMNI Kota Sibolga. Pada pertemuan itu hadir mewakili Mahasiswa yaitu,  Agnes Monika, Ester Tampubolon, Maulida Harahap, Tiara Suryani Siregar, Fitri Henita, Yarniati Gea, Theodorus Dimas Syahputra Nduru. Mewakili orang tua, orang tua dari Roswita Gulö, orang tua dari Jelita Sari Ndraha, Orangtua dari Tiara Suryani Siregar. Sementara mewakili terlapor, Ama Siska Harefa, Maretty Dolorosa Sibutar Butar, Listi Amanda, Dolfan Waruwu, Aksioman Jaya Hia, Cikal Sudirman Telaumbanua, Junas Baktiar Lauo.

 

Pengurus DPC HIMNI saat melakukan mediasi dengan mahasiswa STPS korban Bidikmisi

“Pada saat itu disampaikan oleh Ama Siska bahwa pihaknya meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan pihak terlapor bersedia mengembalikan uang mahasiswa dari Bidik Misi (bantuan biaya Hidup Bidik misi) dengan rincian yang telah mereka buat sendiri dalam 1 tabel. Dari daftar itu ternyata sisa uang mahasiswa sangat sedikit, dan tidak sesuai yang diharapkan mahasiswa,” paparnya.

Adapun rincian yang disampaikan oleh pihak terlapor diantaranya, Agnes dari angkatan 17 uang bantuan biaya hidup yang masuk ke dalam buku tabungan Rp 32.700.000,- dan yang akan dikembalikan, Rp 7. 614.000,- Kemudian Yarniati Gea angkatan 18 uang bantuan biaya hidup yang masuk ke dalam buku tabungan Rp 24.900.000,- yang dikembalikan, 7.096.286,- Lalu Roswita Gulo angkatan 20, uang bantuan biaya hidup yang masuk ke dalam buku tabungan Rp 8.400.00 yang akan dikembalikan Rp 2.340.000,-. Dan yang lainnya. Jika mahasiswa berterima dengan itu, maka uang menyusul akan di serahkan.

“Pada saat itu mahasiswa tidak berterima karena nominal yang akan diberikan tidak rasional, dan sangat merugikan mahasiswa, karena tidak sesuai dengan peruntukannya yang telah diatur dalam buku Pedoman Bidik misi tahun 2018. Kemudian dijadwalkan pertemuan berikutnya, Senin (18/10) di kantor sekretariat HIMNI Sibolga, namun mahasiswa tidak bersedia karena kesannya ingin memaksakan kehendak terlapor kepada mahasiswa. Untuk itu dimohon kepada pihak kepolisian agar kasus ini tetap ditindaklanjuti agar dapat berjalan sebagaimana mestinya dan segera ditetapkan tersangka,” katanya. (Töröziduhu Zebua)