Mahasiswa kirim surat Ke Polda, Agar Kasus Penggelapan Dana Bidik Misi STP Sibolga Diawasi

Mahasiswa kirim surat Ke Polda, Agar Kasus Penggelapan Dana Bidik Misi STP Sibolga Diawasi

13/11/2021 0 By Redaktur 2

 

Sibolga | Sebanyak 11 orang mahasiswa STP Sibolga sepakat mengirimkan surat ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) agar kasus Penggelapan dana Bidik Misi STP Sibolga yang ditangani oleh Polres Sibolga segera diusut tuntas. Pasalnya kasus tersebut terkesan lambat ditangani oleh Polres Sibolga.

 

Hal ini dikatakan oleh Septiman Zalukhu dan kawan kawan menjelaskan kepada wartawan. Pasalnya kasus tersebut lamban dan terkesan sengaja diperlamban oleh Polres Sibilga.

 

Sehubungan dengan surat Bapak tanggal 09 November 2021 dengan mengunjuk surat pengaduan yang kami sampaikan kepada pihak Polres Sibolga, dimana Bapak menyatakan, Bahwa sisa dana Bidikmisi kami telah dikembalikan ke rekening kami pada tanggal 08 November 2021, dan tidak ada lagi sisa dana bidikmisi kami yang tertinggal. Untuk itu kami sampaikan sanggahan kepada Bapak, yaitu sebagai berikut.

 

1. bahwa setelah menerima surat pemberitahuan dari Bapak, kami (Pelapor) telah melakukan konfirmasi dengan pihak Bank BRI Sibolga, kemudian kepada kami (Pelapor) diberitahukan “bahwa dana yang masuk tersebut adalah dari STP Sibolga”, bukan dari Dr. Lucien Sitanggang (terlapor).

 

2. Bahwa kami (Pelapor) tidak pernah meminta/menyetujui Bapak, untuk melakukan pengembalian uang Bantuan Biaya Hidup (Bidikmisi), secara diam-diam dan/atau tanpa sepengetahuan kami (Pelapor).

 

3. Bahwa karena masalah uang Bantuan Biaya Hidup tersebut telah kami (Pelapor) laporkan kepada Polres Sibolga, maka kami (Pelapor) beritahukan kepada bapak, bahwa kami (Pelapor) menegaskan agar kasus tersebut di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

4. Bahwa kami (Pelapor) sangat menyesalkan dan/atau tidak menerima upaya pengembalian sisa uang Bantuan Biaya Hidup (Bidikmisi), yang Bapak lakukan tanpa adanya kesepakatan dan/atau persetujuan kami (Pelapor).

 

Senada dengan itu, Maulidatul Harahap menjelaskan bahwa buku rekening dan ATM miliknya saat ini di kuasai oleh ibu Nenima Halawa dan Meli karies Silaban. Pasalnya sejak kasus ini di tangani pihak kepolisian, Buku rekening dan ATM kawan kawan yang lain dikembalikan dan di bagikan oleh ibu Meli Karies Silaban. Namun milik Maulidatul Harap tidak dikembalikan.

“Bahkan buku rekening sayapun digelapkan mereka bersama dengan ATM. Untuk itu kami mohon agar kasus ini segera dituntaskan. Kalau boleh, ditetapkan siapa tersangkanya,” pungkasnya. (Toroziduhu Zebua)